Pimpinan group Jawa Pos (baca: MEDIA) Dahlan Iskan ditunjuk Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Yup, gue baru aja baca di detikcom — Menneg BUMN Akui Dahlan Iskan Dirut Baru PLN — ada yang aneh? hmm sepertinya ga, or belum.

Beberapa hari yang lalu, Microsoft Corporation baru aja mengangkat Sutanto Hartono, mantan CEO RCTI (baca: MEDIA) sebagai Presiden Direktur Microsoft Indonesia. Beritanya gue baca di sini — Sutanto Hartono, Presdir Microsoft Indonesia Yang Baru — ada yang aneh?hmm iyah. gue baru sadar kalo ada yang aneh. catatan, ada yang aneh bukan berati ada yang salah yah. totally different. yang aneh di sini, faktanya, dua top management dari dua MEDIA besar menjadi petinggi di dua perusahaan besar di Indonesia, dengan strong background yang berbeda. Satu untuk perusahaan energi, dan satu lagi untuk perusahaan berbasis teknologi informasi.

Gue ga fasih ilmu HR-HRan. dan gue juga belum googling terlalu banyak tentang Dahlan Iskan. apakah di antara 100 perusahaannya ada yang related dengan urusan listrik2an atau ga … dunno. Satu2nya yang gue tahu, (ternyata) sejak November kemarin, bapak ini sudah gencar ngobrol soal kelistrikan hehe. salah satunya — Perbaikan Gardu Listrik nan Lama
Tapi masa sih hanya karena tulisan ini, terus beliau terpilih jadi Dirut PLN yang baru? :D as far as i know, ada dua orang lain dari internal PLN sendiri yang jadi kandidat. dan gue masih yakin, mereka masih lebih nyetrum dari Dahlan Iskan :) sorry to say … * jangan2 opini gue ini sama dengan opini serikat pekerja PLN yang udah nolak pemilihan beliau?* doh!

Microsoft? setelah Tony Chen mundur dari posisi Presdir Microsoft Indonesia bulan Juli kemarin — Tony Chen Mengundurkan Diri dari Microsoft — belum ada definitive Presdir yang terpilih, sampai berita di atas dirilis, yang menjadikan Sutanto Hartono menjadi Presdir Microsoft Indonesia per akhir Januari 2010. Sebelum menjabat di Microsoft Indonesia, Tony sebelumnya menjadi Direktur Penjualan Country Oracle, dan Manajer Country untuk Dun & Bradstreet Software. — Ga aneh. garis tangannya bener, di jalur yang ga aneh menurut gue.

Sekali lagi gue ga fasih ilmu HR-HRan, apalagi ilmu CEO2an kelas tinggi ala Paulus Bambang WS. Tapi kok yah gue merasa aneh dengan pilihan ini di Microsoft. Sutanto Hartono, CEO RCTI  sejak tahun 2008 dan Managing Director tahun 2003, dan juga berperan sebagai Direktur Media Nusantara Citra, induk perusahaan dari RCTI, sampai detik ini, setidaknya sebelum gue mulai googling2 tentang beliau, — ga punya background yang kuat di teknologi informasi :D mudah2an gue salah. tapi kalo dari pengakuan ini

“ Dengan latar belakang saya pada bidang media dan hiburan, saya berharap untuk membawa sudut pandang baru terhadap pendekatan Microsoft pada komunitas Bisnis, Pemerintah, sektor Pendidikan termasuk pasar konsumer Indonesia,”

setidaknya ada pembenaran atas opini gue.

UPDATE: setelah googling, background beliau ternyata di Chemical Engineering dan Business! dan juga mendirikan Sony Music Entertainment di Indonesia.

tapi ya itu. Apa Alasan Microsoft Indonesia Memilih Sutanto Hartono? murni bisnis, berarti. kebutuhan pasar!

CEO sering diangkat menjadi CEO karena kemampuannya menghasilkan bilangan yang membuat buku perusahaan jadi cantik hehehe. *lirik PLN
Beliau berdua ini adalah profesional murni (bukan pemilik saham), good point.
Beliau berdua ini pastilah sangat inspiratif dan visioner, dan punya reputasi.
Sedikit lebih tenang setelah membaca quote ini ~ Pakar manajemen Tanri Abeng mengatakan, sosok CEO ideal yang layak diidolakan itu biasanya memiliki perpaduan keterampilan leadership, entrepreneurship, dan keberanian mengambil keputusan. “Perpaduan ini sangat tergantung pada jam terbangnya, sehingga melahirkan banyak wisdom. CEO adalah pembelajar sejati,” kata Tanri ~

tapiiiiiiiiiiiiiii ya itu.
tetap aja masih aneh menurut gue hahahahaha

anyway, selamat bekerja, bapak-bapak!