Sebuah dokumen spreadsheet di google (public on the web), http://spreadsheets.google.com/ccc?key=0AonYZs4MzlZbdDJ4WWVfUWFLenZucDV6WDBBSEM0UGc&hl=en#gid=0, memuat informasi (kalo boleh dibilang sangat lengkap), kurang lebih 48 situs-situs resmi pemerintah di Inggris (gov.uk). Yang menakjubkan, bukan hanya statistik visits yang ditampilkan dalam kurun waktu April 2009 s/d Maret 2010, tapi juga data “sensitif” ttg cost development dan maintenance yang dilakukan situs tersebut.

di Costs Summary, tidak kurang dari informasi Strategy and Planning Costs, Design and Build Costs, Hosting and Infrastructure Costs, Content Provision, Testing and Evaluation Costs, sampai informasi Staff Costs nya. Itu belum termasuk di Full Data, yang sampai menyediakan statistik page requests per month, dan additional commentary dari seluruh costs di atas.
Lengkap dan sangat terbuka.
Kalo di Indonesia, ada ga sih informasi seperti ini untuk situs-situs milik pemerintah (go.id)?
Di era keterbukaan seperti sekarang, saya kira informasi sejenis itu sangat menarik untuk dikompilasi. Saya tidak terlalu mengerti, badan/kementerian apa yang berwenang atau seharusnya mempunyai akses dan kepentingan terhadap data2 tersebut. Tapi kalo pun tidak ada institusi resmi, informal audit sepertinya sangat perlu.
Kemkominfo kah? Atau malah BPK, atau Bappenas kah yang seharusnya (sudah) memiliki data tersebut?
UPDATE: Baca juga laporan Guardian tentang isu ini http://www.valentmustamin.com/2010/07/government-websites-how-much-does-each-one-cost/
This entry has no comments
You have a wonderful opportunity to be the first to comment!