Melanjutkan tradisi yang sudah dilakukan sejak versi 1.0, major release WordPress yang terbaru (versi 3.0) kembali dirilis dengan codename musisi jazz legenda Amerika. Untuk versi kali ini, nama seorang komposer dan pianis Jazz terkemuka Amerika, Thelonius Sphere Monk,  yang disematkan menjadi codename-nya. Versi terbaru ini dirilis pada 17 Juni 2010 kemarin, melanjutkan rilis sebelumnya, Carmen McRae, versi 2.9.x.

Codename di WordPress selama ini memang sering memegang tradisi tersebut. Ini adalah perwujudan kecintaan (rata-rata) atau bisa dikatakan hampir seluruh core developers WordPress terhadap musik Jazz. Ditambah lagi dengan keberadaan Matt Mullenweg, dengan latar belakang musik Jazz yang kental, menambah aroma Jazz di lingkungan pengembangan WordPress.

Matt dulu adalah murid High School for the Performing and Visual Arts, Houston, di mana dia belajar instrumen jazz, saxophone. Di 2001, Matt masih berharap penuh dia bisa menjadi seorang musisi jazz profesional.

Untuk Matt, Jazz dan coding adalah dua hal yang hampir serupa .

“The way most jazz musicians get better,” he says, “is from transcribing, looking at something someone has done and breaking it down to its pieces, studying the different parts of it, seeing how they did it. It’s like learning how they do certain graphic effects, or why they use a certain code. That’s how you learn; that’s how you get good.”

Dengan keterkaitan itu, bukan juga sebuah kebetulan, jika WartaJazz.com dan Horizon-Line.com, dua media online terkemuka untuk publikasi musik jazz di Indonesia, mengupas tentang tradisi ini, khususnya dari sisi profile dan latar belakang Chet Baker, Carmen McRae, dan Thelonious Monk di dunia Jazz, sejak versi 2.8 diluncurkan. Ya, ini (juga) history of jazz.

WartaJazz dengan “Chet Baker dan WordPress 2.8″ nya (http://www.wartajazz.com/news/beyond-jazz/2009/06/11/chet-baker-dan-wordpress-28/), dan “WordPress 2.9 dirilis dengan code name Carmen McRae” (http://www.wartajazz.com/news/2009/12/19/wordpress-2-9-dirilis-dengan-code-name-carmen-mcrae/), dan Horizon Line dengan “Thelonious Monk untuk WordPress 3.0″ (http://www.horizon-line.com/2010/06/thelonious-monk-untuk-wordpress-30/). Sebagai catatan, kedua media ini berbasis WordPress :)

Dan tidak ketinggalan, khusus untuk Matt, mas Pepih Nugraha pun sempat menurunkan artikel terkait di Kompas, — wawancara dengan Matt saat kedatangannya untuk menghadiri acara WordCamp Indonesia 2009 –, dengan judul menarik, “Matt Mullenweg: Antara Jazz dan WordPress“  …